Jumat, 04 Oktober 2013

Love of Siam Movie




             Dari judul atau covernya mungkin banyak yang mengira kalau ini film pasti tentang remaja percintaan. Ya, itu benar. Film yang berasal dari Thailand ini mengangkat kisah yang  tak terduga. Film yang berdurasi 2 jam lebih ini cukup membuat para penontonnya tidak akan mau berhenti sampai melihat endingnya. PERCAYA ! Jujur, saat melihat durasi film ini sempat agak drop karena durasi yang cukup panjang dengan cerita di awal-awal yang masih cukup membingungkan. Tapi tak ada rasa ingin berhenti, mungkin karena dari pemainnya juga yang membuat mata melek terus, sebut saja mario maurer yang berperan sebagai Tong. Setelah serius mengamati dan mencerna akhirnya sedikit demi sedikit saya mengerti jalan ceritanya. Kalau bercerita soal film thailand (diluar dari horor) saya sangat excited banget nontonnya. Sudah cukup banyak film-film thailand yang saya tonton dan tak pernah membuat kecewa. Mungkin karena film thailand yang umumnya menceritakan kisah yang realistis dan tidak terlalu mendramatis sekali menjadi alasan untuk diminati.
                       

        Oke , to the point saja.  Jadi love a siam ini menceritakan tentang kisah percintaan sesama pria (gay) ! Ya, hubungan dua orang anak manusia yang super duper ganteng + keren + manis saling menyukai. Mungkin bagi yang belum menonton berfikir kenapa ini dikategorikan sebagai ‘not bad movie’. Karena film ini tidak serta merta menceritakan hubungan Tong dan Mew saja yang berhubungan secara tidak wajar. Sempat ilfeel juga sebenarnya saat tahu kalau mereka (Tong dan mew) mempunyai hubungan special, apalagi ada adegan yang cukup annoying  (I can’t take looking Mario and Pchy kissing!). But, diluar dari itu film ini patut untuk di tontot oleh kalangan siapapun. Karena sejatinya film ini tidak menceritakan hubungan sesame pria yang lebih intim. Tapi menjelaskan tentang dua keluarga yang berbeda yang masing-masing mempunyai konflik yang serius. Dimana ke dua orang ini Tong dan Mew merasa memiliki kehidupan yang sendiri. Mereka selalu merasa sepi apalagi Mew yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi setelah ditinggal pergi sang nenek. Dan kehidupan Tong meski mempunyai keluarga tapi merasa sepi sunyi dalam kehidupannya lantaran kedua orang tuanya yang begitu sibuk. Hingga akhirnya itulah mengapa mereka saling menyukai satu sama lain.
                     

                   
          
                  Film ini memberi gambaran jelas, mengapa seorang anak remaja bisa terjatuh pada pilihan yang tidak dikehendaki orangtua. Mew yang terbiasa dengan kesendiriannya dan juga sifatnya yang sangat keras kepala. Sedangkan Tong yang terjebak dalam konflik dingin keluarganya sendiri, hingga ia menemukan kembali “senyum” saat menemui sahabat lamanya. Belum lagi ketegaran ibu Tong menghadapi suaminya yang berubah 180 derajat setelah ditinggal Tang saudara dari Tong.

Film yang sangat mengharukan, have many moral lesson. Recommended-lah:) 

Tidak ada komentar: